Tingkat Penurunan Kecepatan (Deceleration) Sistem Rem pada Alat Berat

Table of Contents

Tingkat Penurunan Kecepatan (Deceleration) Sistem Rem pada Alat Berat

Gambar 1: Sistem pengereman alat berat

Saat membeli kendaraan, terutama kendaraan berat, kita cenderung fokus pada tenaga mesin (power) dan penampilan. Namun ada satu aspek penting yang sering terlupakan: efektivitas sistem rem.

Sebagai contoh, banyak yang terkesima ketika mobil bisa melaju dari 0 hingga 100 km/jam dalam 7 detik. Tapi jarang yang menyadari bahwa kemampuan berhenti dari 100 km/jam dalam waktu 3–4 detik adalah fitur keselamatan yang sangat krusial.


Konversi Energi pada Pengereman

Untuk bisa melaju dengan cepat, kendaraan mengubah energi bahan bakar menjadi energi panas, lalu menjadi energi kinetik (gerak). Sebaliknya, ketika pengereman, energi kinetik tersebut harus dikembalikan menjadi panas melalui sistem rem. Proses ini berlangsung sangat cepat dan membutuhkan sistem pengereman yang andal.

Tenaga yang dibutuhkan saat pengereman bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan tenaga mesin saat akselerasi.


Tantangan pada Kendaraan Berat

Kendaraan berat seperti truk menghadapi tantangan lebih besar dalam pengereman.

Contoh:

Truk dengan tenaga 335 kW (450 HP) dan muatan penuh, membutuhkan sistem pengereman yang mampu mengubah energi gerak dalam waktu sekitar 90 detik secara aman dan efisien.


Hubungan Massa, Kecepatan, dan Gaya Pengereman

Gambar 2: Hubungan massa dan kecepatan terhadap pengereman

Sistem pengereman dipengaruhi oleh dua faktor utama: massa kendaraan dan kecepatannya.

  • Jika massa kendaraan dilipatgandakan, maka gaya pengereman harus dua kali lebih besar.

  • Jika kecepatan dilipatgandakan, gaya pengereman perlu menjadi empat kali lipat.

  • Jika massa dan kecepatan dilipatgandakan, gaya pengereman harus delapan kali lipat.


Apa Itu Deceleration?

Deceleration adalah proses pengurangan kecepatan, dan dinyatakan dalam:

  • Meter per detik (m/d) untuk kendaraan

  • Putaran per menit (RPM) untuk roda

Contoh kasus:

Kendaraan yang melaju pada kecepatan 35 km/jam dan mengalami penurunan kecepatan sebesar 5 km/jam per detik akan:

  • Menjadi 30 km/jam setelah 1 detik,

  • Menjadi 25 km/jam setelah 2 detik, dan seterusnya.


Contoh Ilustrasi Deceleration

Gambar 3: Penurunan kecepatan dalam grafik

Jika kendaraan melaju pada 9 meter/detik dan mengalami penurunan kecepatan (deceleration) sebesar 3 meter/detik/detik, maka:

Waktu berhenti = kecepatan awal ÷ deceleration
= 9 ÷ 3 = 3 detik


Perhitungan Jarak Berhenti (Stopping Distance)

Gambar 4: Rumus waktu berhenti

Asumsi:

  • Kecepatan awal: 9 m/d

  • Deceleration: 3 m/d/d

Maka waktu berhenti adalah:

\text{Waktu berhenti} = \frac{9}{3} = 3 \text{ detik}
]

Gambar 5: Grafik perhitungan deceleration


Kesimpulan

Sistem pengereman adalah bagian krusial dalam kendaraan, apalagi alat berat. Memahami hubungan antara massa, kecepatan, dan gaya pengereman sangat penting untuk menjamin keamanan dan efisiensi kerja kendaraan.

Dengan memperhatikan deceleration, kita bisa memperkirakan:

  • Waktu yang dibutuhkan untuk berhenti,

  • Panjang lintasan pengereman,

  • Dan seberapa besar tenaga yang harus ditanggung sistem rem.

Posting Komentar